Rabu, 17 Oktober 2012

Selasa, 16 Oktober 2012 Kenapa makanan jepang tersohor Jepang merupakan campuran dari kuliner tradisional jepang dan barat. Yang membedakan jepang memiliki teknik pengolahan makanan yang unik. Selain teknik masak yang unik makanan jepang juga mengutamakan seni penataan makanan dalam berbagai menu. Jadi bukan hanya lidah yang digoda dengan rasa lezat mata pun mendapat hiburan. Namu tahukah anda awal mula makanan jepang bisa dikenal kelezatannya. Berikut ini sekilas soal makanan jepang, seperti dilansir ehow.com. Sejarah Selama masa jepang kuno, tepatnya sebelum abad ke -9, makanan jepang terdiri dari daging sapi, ikan, ayam, beserta sayuran dan nasi, bahkan daging kuda dan monyet turut dimakan oleh rakyat jepang. Sering berjalannya waktu, nasakan di ubah untuk mencerminkan filosofi buddhis yang datang menguasai jepang. Pada abad ke -12 makanan dijepang punya dua ragam. Kaum bangsawan akan makan makanan mewah sedangkan petani dan samurai menyantap makanan sederhana, tapi sangat khas dengan aroma yang hangat. Hari ini ,makanan jepang terdiri dari makanan poko seperti beras dan mi yang merupakan bagu=ian dari hidangan tradisional. Ikan , daging dan tahu juga digunakan. Makanan pokok Ada tiga makanan pokok dijepang, yaitu nasi, mi, dan roti. Nasi dan mi adalah makanan trdisional jepang sedangkan roti diperkenalkan menjelang akhir abad ke -19. Hidangan ini yang kemudian dipadankan dengan sayuran, daging atau ikan. Ragam olahan Bahan yang digunakan dalam menu makan jepang biasanya sama, hanya cara memasaknya yang berbeda. Ada yang diolah dengan cara menggunakan tempura atau digoreng yang biasanya menggunakan bahan sayuran, ada pula sejumlah rebusan dan sup. Yang juga populer misalnya sushi, hidangan ikan mentah yang digukaung atau sayuran dengan nasi dan rumputlaut yang disajikan dingin. Manfaat kesehatan Makanan jepang adalah makanan yang paling sehat. Makanan jepang menggunakan cukup banyaka sayuran dan tahu yang terkenal sangat sehat. Sementara daging sedikit sekali digunakan. Diposkan oleh Muhammad Ichsan di 09:45 Tidak ada komentar: Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!5 Kebanggaan Indonesia dalam Warisan Budaya Dunia

Wayang

Wayang diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya bangsa Indonesia pada tahun 2003. Wayang sebagai “Karya Agung Budaya Dunia” yang diakui oleh UNESCO bukan hanya wayang Jawa tapi wayang Indonesia, termasuk wayang Bali, wayang golek Sunda, wayang Lombok, dll. Cerita-cerita yang dimainkan berkisah tentang dewa-dewi, persilatan, percintaan dan kepahlawanan yang pertunjukkannya selalu diiringi dengan musik gamelan. Sang dalang dalam pertunjukan wayang sangat pandai membawa suasana emosi penonton mulai dari serunya peperangan sampai cerita lucu yang dibawakan sang dalang sampai membuat penonton tertawa. Tahun 1950-1960-an adalah puncak kejayaan wayang yang diakui para peneliti Barat, sebagai seni pertunjukan terindah di dunia.

2.       Keris
UNESCO menyatakan Keris sebagai “Masterpiece of the Oral and Intangible Heritage of Humanity” pada tanggal 25 November 2005. Keris merupakan senjata tradisional Indonesia yang diyakini mengandung kekuatan supranatural. Raja-raja di nusantara menjadikan keris menjadi senjata pusaka. Keris telah digunakan sejak abad ke-9 dibuat dengan logam dan gagangnya dibuat dari tulang, tanduk atau kayu. Keris dibuat dari logam yang berkualitas. Keris Kuno bahkan logamnya berasal dari meteor yang jatuh ke bumi. Para Peneliti menyebut bahwa keris kuno mengandung unsur logam titanium suatu bahan yang baru pada abad 20 digunakan sebagai bahan pelapis kendaraan angkasa luar, tapi ternyata para Mpu pembuat keris telah menemukannya terlebih dahulu sebagai bahan pembuat keris

3.       Batik
Batik Indonesia sebagai Warisan Budaya Dunia (World Heritage). Batik dihasilkan dengan proses penulisan gambar atau ragam hias pada media apapun dengan menggunakan lilin panas dengan menggunakan canting. Batik biasanya digambar pada kain katun dan sutra. Kesenian batik telah dikenal sejak zaman kerajaan Majapahit dan terus berkembang kepada kerajaan dan raja-raja berikutnya.
Menurut Prof. Yohanes Surya, PhD, ahli fisika Indonesia, Batik adalah lukisan tentang alam dan dinamikanya. Berbeda dengan para pelukis naturalis yang melukis alam persis seperti apa yang dilihatnya, para pencipta batik melukis alam dari sisi yang lebih dalam. Pencipta batik mencari pola dasar dari suatu fenomena yang dilihatnya itu. Dari pola dasar ini ditambah dengan beberapa aturan sederhana, pencipta batik dapat menghasilkan lukisan batik. Butuh suatu kejeniusan untuk melihat pola dasar dan mencari aturan ini.

4.     Angklung
Angklung adalah alat musik multitonal (bernada ganda) yang secara tradisional berkembang dalam masyarakat berbahasa Sunda di Pulau Jawa bagian barat. Alat musik ini dibuat dari bambu, dibunyikan dengan cara digoyangkan (bunyi disebabkan oleh benturan badan pipa bambu) sehingga menghasilkan bunyi yang bergetar dalam susunan nada 2, 3, sampai 4 nada dalam setiap ukuran, baik besar maupun kecil. Laras (nada) alat musik angklung sebagai musik tradisi Sunda kebanyakan adalah salendro dan pelog. Angklung terdaftar sebagai Karya Agung Warisan Budaya Lisan dan Nonbendawi Manusia dari UNESCO sejak November 2010.

5.     Tari saman
Tari Saman adalah sebuah tarian suku Gayo yang biasa ditampilkan untuk merayakan peristiwa-peristiwa penting dalam adat. Syair dalam tarian Saman mempergunakan bahasa Arab dan bahasa Gayo. Selain itu biasanya tarian ini juga ditampilkan untuk merayakan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Dalam beberapa literatur menyebutkan tari Saman di Aceh didirikan dan dikembangkan oleh Syekh Saman, seorang ulama yang berasal dari Gayo di Aceh Tenggara.
Tarian saman termasuk salah satu tarian yang cukup unik,kerena hanya menampilkan gerak tepuk tangan gerakan-gerakan lainnya, seperti gerak guncang, kirep, lingang,surang-saring (semua gerak ini adalah bahasa Gayo) Tari Saman dari Gayo Lues dan sekitarnya di Provinsi Aceh resmi diakui dan masuk dalam daftar warisan budaya tak benda yang memerlukan perlindungan mendesak UNESCO, pada Sidang akbar tahunan yang dihadiri lebih dari 500 anggota delegasi dari 69 negara, LSM internasional, pakar budaya dan media di Bali pada 22 sampai 29 November 2011 lalu.

0 komentar:

Posting Komentar